Follow Us @soratemplates

Selasa, 02 Juni 2015

Komunikasi Data

Semakin besarnya kebutuhan masyarakat akan komunikasi yang cepat dan efisien membuat para pakar terus mengembangkan sistem yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat dewasa ini.
Pada saat ini kita sudah dapat melihat bahwa kecenderungan perkembangan teknologi komunikasi akan mengarah pada titik temu antara teknologi komunikasi yang membawa sinyal suara dan teknologi komunikasi yang membawa data. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa saat ini dan di kemudian hari teknologi komunikasi akan menjadi sangat penting untuk industri, bisnis, pendidikan, masyarakat, dan pemerintahan di Indonesia.
Mari kita tinjau kmbali sejarah perkembangan teknologi komunikasi


1. 1G hingga 3G

Istilah 1G (first generation), 2G (second generation) dan 3G (third generation) diterapkan untuk menandai perkembangan teknologi seluler. Generasi pertama ditandai dengan teknologi seluler yang masih menggunakan sinyal analog untuk pengiriman dan penerimaan suara (voice). Booming pertama adalah tahun 1981 pada saat AMPS (Advanced Mobile Phone Service) diluncurkan di USA.
Generasi pertama berevolusi dengan cepat menuju generasi kedua ditandai dengan berubahnya teknologi analog menjadi teknologi digital berkmbang sekitar awal 1990-an. Dalam generasi kedua ini ada beberapa standar teknologi seluler yang bermunculan dan dipakai secara luas di dunia.
Standardisasi generasi ketiga yang diharapkan selesai pada tahun 2000, ternyata sampai saatnya belum juga rampung. Karena itu sebagai jembatan menuju generasi ketiga muncul 2.5G. Perbedaan generasi ini dengan sebelumnya adalah dari sisi peningkatan kecepatan pengiriman data dan tambahan layanan. Dengan kecepatan yang cukup tinggi, teknologi 2.5G mampu memberikan layanan web-browsing, e-mail dan mobile commerce melalui media komunikasi telepon genggam.
Pada 3G layanan multimedia akan dimasukkan dalam standard.


2. Internet

Sebelum tahun 1960 komputer-komputer mainframe yang dimiliki oleh organisasi-organisasi penelitian di seluruh dunia masih belum terhubung satu dengan yang lain. Hal ini kemudian mendorong Departemen Pertahanan Amerika melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA) untuk membentuk sebuah jaringan kecil yang menghubungkan beberapa komputer. Jaringan ini disebut dengan ARPANET.
ARPANET secara resmi berjalan dan menghubungkan 4 buah Perguruan Tinggi pada tahun 1969.
Pada tahun 1973 ARPANET telah berhasil menghubungkan 40 titik di seluruh Amerika dan pada tahun 1983 telah terdapat 113 titik di Amerika dan Eropa. Pada tahun 2008 diperkirakan telah ada lebih dari 350 juta pengguna internet di seluruh dunia.


3. Wireless LAN (W-LAN)

Internet membuka banyak peluang baru bagi perkembangan jaringan yang lebih efisien, salah satunya adalah W-LAN (Wireless Local Area Network).  
Keuntungan-keuntungan menggunakan W-LAN ketimbang Wire LAN antara lain :
  • Tidak membutuhkan instalasi kabel yang sangat mahal bagi kantor besar atau kecil
  • Dapat diakses dimana saja tanpa ada keterbatasan ruangan
  • Baik untuk diimplementasikan untuk daerah-daerah yang susah dijangkau kabel telepon.
Terdapat dua macam standardisasi W-LAN, yaitu standar IEEE 802.11 dan standar yang dibangun oleh negara-negara Eropa dikenal sebagai HIPERLAN (High Performance Radio Local Area Network)


4. Teknologi 4G

Seperti dijelaskan diatas, peningkatan generasi teknologi komunikasi seluler dari 1G ke 3G dimotivasi oleh kebutuhan akan pengiriman data dengan kecepatan tinggi. 4G tidak hanya berurusan dengan masalah bagaimana meningkatkan kecepatan transfer data saja, melainkan juga bebrapa hal berikut :
  • Mengintegrasikan semua sistem komunikasi nirkabel di seluruh dunia menjadi satu sistem saja.
  • Layanan yang berorientasi padda pengguna, bukan provider.
  • Memiliki kemampuan inteligen untuk memilih jaringan yang paling efektif dengan cara memilih tipe data dan lalu lintas jaringan yang tersedia.
  • Sepenuhnya berbasis IP, dengan demikian 4G adalah representasi dari Wireless internet.
 
5. Teknologi Komunikasi Pita Lebar 

Teknologi komunikasi pita lebar (broadband communication) adalah teknologi komunikasi yang menggunakan pita frekuensi lebar. Keuntungannya adalah meningkatnya kualitas suaraatau gambar yang ditransmisikan melalui gelombang dan sampai kepada pengguna.
Beberapa teknologi komunikasi pita lebar yang telah beredar secara luas di pasaran, antara lain :
  • Teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL) dan Very High Bit Rate DSL (VDSL)
  • Internet kabel baik yang menggunakan jenis copper ataupun fiber optik.
  • Jaringan komunikasi seluler yang seringkali disebut sebagai mobile Internet.
  • Jaringan komunikasi nirkabel WiFi dan WiMAX 


Sumber :
Teknologi Komunikasi : Data Modern oleh Jusak. Penerbit ANDI Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar